Langsung ke konten utama

Wisata Lembang Park dan Zoo Cocok untuk Liburan Keluarga

Menikmati Keindahan di Danau Gunung Tujuh

(Foto: Listy Alya Vaizah)

 Danau Gunung Tujuh merupakan danau yang terletak di desa Pelompek, kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Danau ini berada di kawasan Gunung Tujuh, sebuah gunung yang berada tepat di belakang Gunung Kerinci. Gunung Tujuh masih termasuk dalam wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Seperti Namanya danau gunung tujuh dan danau ini dikelilingi oleh Gunung Tujuh, berjajar di kanan-kirinya, Gunung Hulu Tebo , Gunung Hulu Sangir, Gunung Madura Besi, Gunung Lumut, Gunung Selasih, dan Gunung Jar Panggang. Tidak heran kalau tempat ini menjadi destinasi wisata yang menawarkan banyak panorama keindahan. Bagi pendaki gunung, Kerinci mungkin menjadi tujuan utama karena gunung tersebut merupakan gunung aktif tertinggi di indonesia [3805 mdpl], tetapi bagi wisatawan yang ingin sekadar menikmati keindahan alam Kabupaten Kerinci. Danau Gunung Tujuh bisa menjadi pertimbangan sebagai tujuan wisata.

 Melakukan pendakian ke Danau Gunung Tujuh tak lengkap rasanya jika belum mendirikan tenda di pinggiran danau dan bermalam di sana. Sebab, saat pagi hari itu pendaki akan disuguhkan hawa sejuk dan pesona matahari terbit dengan balutan kabut tipis di ketinggian 1.996 meter dari atas permukaan laut (MDPL).

 Danau Gunung Tujuh juga merupakan salah satu danau tertinggi di Indonesia, bahkan danau tertinggi di Asia Tenggara. Danau ini berada di ketinggian 1.996 mdpl, layaknnya mangkuk yang tertancap di puncak gunung dan merupakan danau yang berada diketinggian nomor dua di Indonesia setelah 13 Danau-danau kecil yang terdapat di Gunung Talamau Sumatra Barat di ketinggian 2.750 mdpl. Dengan ketinggian hampir 2 kilometer dpl itu bisa dibayangkan betapa dinginnya air Danau Gunung Tujuh di pagi hari. Meskipun begitu, berendam di Danau Gunung Tujuh dengan air yang sangat dingin menjadi tantangan sendiri bagi para pendaki.

Danau Gunung Tujuh berasal dari danau kaldera yang terbentuk akibat letusan gunung api purba. Bahkan Gunung Tujuh, cikal bakal Danau Gunung Tujuh disebutkan lebih tinggi daripada gunung tetangganya, yaitu Gunung Kerinci, Air Danau Gunung Tujuh berasal dari hujan dan aliran sungai-sungai kecil dari gunung sekitarnya.

Perjalanan menuju Danau Gunung Tujuh akan memberikan pengalaman berkesan karena adannya keragaman flora dan fauna. Hamparan gunung terlihat indah dari kejauhan yang akan memuaskan batin setelah pendakian. Di pinggir danau terdapat hamparan pasir putih yang menyerupai pasir pantai. Biasanya pengunjung mendirikan tenda untuk berkemah di sini. Saat pagi hari kadang ada yang berkumpul di pinggir danau untuk menyaksikan matahari terbit.

Danau Gunung Tujuh merupakan sumber penghidupan bagi beberapa warga desa. Terdapat beberapa pondok dipinggir danau yang digunakan oleh nelayan sebagai tempat tinggal. Sehari-hari para nelayan mencari ikan dengan perahu dan lukah, pagi hari lukah dipasang di tengah danau kemudian sorenya lukah ini diangkat. Perahu yang digunakan terbuat dari satu kayu bulat utuh dengan diameter berkisar 30-40 cm, kemudian dengan pengerjaan sedemikian rupa kayu bulat ini dibentuk seperti perahu.

Danau memiliki daya Tarik yaitu danau gunung tujuh ini masih ada venomena vulkanik, dan juga ada gelombang udaranya. Dari proses itu lah ikan yang berada di dalam danau akan keluar atau menjauh jika adanya gas. Selain redaksi danau gunung tujuh juga tujuan wisata edukasi. Baik dalam penelitian flora dan fauna, dan juga ada satwa yang dilindungi didalamnya seperti harimau, kuau raja, dan kambing hutan tapir.

Konon katanya danau ini, walaupun dikelilingi oleh hutan tapi daun-daunnan yang disana tidak pernah jatuh ke dalam dananunya. Dedaunan itu akan tersapu oleh ombak di danau. Bukan mistis tapi emang alam lah yang mengatur seperti sampah dilaut lepas.

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen: Pagi yang Menyegarkan

(Foto: Listy Alya Vaizah) Hari ini adalah hari yang istimewa bagi Maya. Dia bangun lebih awal dari biasanya, dengan semangat yang membara. Udara pagi terasa begitu segar di tengah hamparan pepohonan di sekitar rumahnya. Maya segera melangkah ke taman belakang, menghirup udara pagi yang menyegarkan sambil menyaksikan matahari terbit dengan sinarnya yang hangat. Tidak butuh waktu lama bagi Maya untuk menemukan bunga kesukaannya, bunga matahari yang indah dengan kelopak kuning cerahnya. Maya meraih satu tangkai bunga dan tersenyum lebar. Dia memutuskan untuk memberikan bunga ini kepada neneknya yang tinggal di sebelah rumahnya. Di teras depan rumah nenek, Maya mengetuk pintu dengan lembut. Nenek keluar dengan senyum ceria di wajahnya begitu melihat cucunya datang membawa bunga kesukaannya. "Bunga matahari, Nenek! Ini untukmu," kata Maya sambil menyodorkan bunga itu pada neneknya. Nenek tersenyum lebar sambil memeluk Maya erat. "Terima kasih, sayang. Kamu selalu tahu bunga k...

Ewith Bahar: Membentuk Jejaringan ke Masyarakat Puisi Internasional

(Foto: Listy Alya Vaizah) About.News -  Sabtu, hari kedua Puncak Perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) dihadiri oleh Riri Satria, Ewith Bahar, Prof. Teddy Mantoro, dan Dr. Yuri Zambrano dengan moderator Qori Islami Aris, M.Hum. Sesi kedua pada hari kedua ini mengusung tema Indonesian Poetry in the Future. Ewith Bahar, lahir di Jakarta, 24 februari merupakan seorang sastrawati yang Namanya dikenal melalui sejumlah karyanya. Ewith Bahar merupakan lulusan sastra inggris Universitas Kristen Indonesia pada tahin 1994, mantan presenter dan interviewer TVRI stasiun pusat Jakarta, sempat bekerja di RCTI bagian news and feature, salah satu karyanya; Sonata Borobudur (2018) memperoleh penghargaan sebagai 5 Besar Buku Puisi Terbaik Indonesia tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.  Ewith Bahar, lahir di Jakarta, 24 februari merupakan seorang sastrawati yang Namanya dikenal melalui sejumlah karyanya. Ewith Bahar merupakan lulusan sastra inggris Univers...