Langsung ke konten utama

Wisata Lembang Park dan Zoo Cocok untuk Liburan Keluarga

Cerpen: Harapan di Balik Senyuman

(Foto: Listy Alya Vaizah)

Suatu pagi di kampus yang sibuk, ada seorang mahasiswa bernama Leanne.Meskipun ia memiliki kepribadian yang pendiam, ia memiliki kemauan yang kuat untuk mewujudkan mimpinya.Hari itu, Leanne sedang duduk di bangku taman kampus dengan tumpukan buku tebal  di atas meja.

 Tiba-tiba seorang dosen muda  melewati tempat dudukku.

 Senyuman hangat tersungging di wajah instruktur saat  melihat Rian  asyik membaca buku.

 ``Leanne, apa kabarmu?'' kata instruktur sambil tersenyum.

Instruktur yang jarang berinteraksi dengan siswa di luar jam pelajaran menyapanya, jadi Lian mengangguk, sedikit terkejut.

 "Instruktur Kania, saya baik-baik saja.

 Terima kasih," jawab Leanne sambil tersenyum kecil.

 Dosen Kania duduk di sebelah Leanne.

 Mereka  mulai membicarakan segala hal mulai dari buku favorit Leanne hingga impiannya di masa depan.

 Leanne merasa mudah untuk terbuka dan  berbicara dengan instruktur.

 "Leanne, aku tahu kamu mempunyai potensi yang besar.

 Tapi terkadang kamu harus lebih percaya pada dirimu sendiri.

 Aku yakin impianmu bisa menjadi kenyataan," kata guru Kania berkata dengan percaya diri.

Leanne terharu saat mendengar kata-kata penyemangat dari instruktur. Sang instruktur memberinya tekad baru untuk terus berjuang mewujudkan mimpinya.

Seiring  waktu, Leanne membuat kemajuan besar dalam penelitiannya. Ia menjadi  percaya diri dan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan di kampus. Leanne merasa terinspirasi setiap kali bertemu Instruktur Kania.  Suatu hari, di tengah hiruk pikuk kampus, Leanne mendapat kabar gembira.

Ia berhasil mendapatkan kesempatan  magang di sebuah perusahaan besar yang selama ini ia impikan.  Ia juga meminta dosennya, Pak Kania, untuk berbagi kegembiraan dan menyemangatinya.

Suatu sore, Leanne kembali duduk di bangku taman kampus, kali ini dengan koran di tangannya.Instruktur Kania masuk dan melihat senyum lebar di wajah Leanne.

"Selamat, Leanne!  Aku sangat bangga padamu," kata instruktur Kania sambil menepuk bahu Leanne.

"Instruktur Kania, tanpa dukungan dan kata-kata penyemangat Anda, saya tidak akan bisa datang ke sini. Terima kasih," kata Leanne penuh  terima kasih.

Lalu mereka berdua saling tersenyum, membawa kehangatan pada hubungan  yang terjalin di balik tumpukan buku dan impian yang telah mereka raih.Leanne telah belajar bahwa terkadang senyuman dan perkataan adalah kunci untuk membuka pintu menuju harapan yang lebih besar.

Komentar